•  

    Butuh Bantuan?

    0821-8269-7009

  •  

    Waktu Buka

    Senin - Jum'at 09.00 - 16.00 WIB

Kesadaran umat islam tentang membayar zakat sampai sekarang masih kurang. Hal itu disebabkan minimnya pemahaman dari masyarakat golongan tertentu tentang membayar zakat. Padahal dari dana zakat mempunyai potensi yang cukup besar untuk meringankan beban hidup bahkan pengentasan kemiskinan yang ada di Negara indonesia ini khususnya umat Islam. Selain itu, alasan lain mengapa harus membayar zakat adalah sebagai berikut:.

1.    Zakat adalah rukun Islam ketiga

            Zakat adalah salah satu rukun islam yang utama wajib bagi kaum muslim untuk menjalankannya, mendapat pahala yang membayarnya dan diancamnya orang tidak melaksanakannya. Kita akan mengetahui betapa pentingnya membayar zakat seperti peristiwa malaikat jibril mengajarkan agama kepada kaum muslimin dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Rasulullah, yang artinya:

“Apakah itu Islam?” Nabi menjawab: “Islam adalah mengikrarkan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya, menidirikan shalat, membayar zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan naik haji bagi yang mampu melaksanakannya.” ( hadist muttafaq ‘alaih )

Hadist lain yang terkenal dari Ibnu Umar,

“Islam didirikan di atas lima dasar: mengikrarkan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan berhaji  bagi siapa yang mampu.” ( Hadist Muttafaq ‘Alaih )

Dari kedua Hadist diatas dapat disimpulkan bahwa zakat di dalam sunnah dan Al- qur’an adalah dasar Islam yang ketiga. Sehingga bisa dikatakan tanpa dasar ketiga itu keimanan seorang yang beragama Islam kurang lengkap.

2.      Orang yang tidak membayar zakat mendapat peringatan keras di dunia dan akhirat

a.      Hukuman di Akhirat

        Tidak sedikit hadist Rasulullah mengancam orang-orang yang tidak membayar zakat dengan hukuman yang berat. Agar mampu mengubah hati yang kikir untuk mau berkorban terhadap kepentingan sesama. Dengan cara memberikan pujian dan mentakut-takuti beliau menggiring manusia agar secara sukarela malaksanakan kewajiban membayar zakat.

Jika harta yang terlalu banyak kita timbun waktu di dunia bisa jadi akan menyelakai diri kita sendiri di akhirat kelak, seperti didalam hadist Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah, “Rasulullah s.a.w bersabda yang artinya:

“Siapa yang dikarunia oleh Allah Kekayaan tetapi tidak mengeluarkan zakatnya, maka pada hari kiamat nanti ia akan didatangi oleh seekor ular jantan gundul, yang sangat berbisa dan sangat menakutkan dengan dua bintik di atas kedua matanya, lalu melilit dan mematuk lehernya sambil berteriak, ‘saya adalah kekayaanmu, saya adalah kekayaanmu yang kau timbun-timbun dulu.”

Di dalam al-qur’an juga memberi larangan kapada manusia untuk bersifatbakhil,seperti dalam al-qur’an surat Al- Imran ayat 180, yang artinya:

“sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka.sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka.harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat.Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”      ( QS. Al-Imran ayat 180 )

Dari hadist dan ayat al-qur’an di atas sudah jelas larangan kepada kaum muslim untuk bersifat bakhil, meski harta yang didapatkan melalui jerih payah sendiri bukan berarti harta tersebut sepenuhnya milik pribadi tetapi sebagian adalah bagian dari hak orang lain. Karena manusia itu selain mahkluk yang sempurna, juga merupakan mahkluk sosial. Sehingga diwajibkan untuk menoleh “kesamping kanan-kiri” saling membantu dengan sesamanya.

b.      Hukuman di dunia

         Sekarang ini banyak daerah yang mengalami bencana diantaranya kelaparan dan kemarau panjang. Hal ini bisa terjadi karena merupakan musibah yang diturunkan oleh Allah SWT kepada orang-orang yang tidak mau mengeluarkan zakat nya. Sebagaimana hadist dibawah ini yang artinya;

“Golongan orang-orang yang tidak mengeluarkan zakat akan ditimpa kelaparan dan kemarau panjang.” (HR. Tabrani)

Hadist lain juga mengatakan, yang artinya:

“Bila mereka tidak mengeluarkan zakat, berarti mereka menghambat hujan turun. Seandainya binatang tidak ada, pastilah mereka tidak akan diberi hujan.” ( HR. Ibnu Majah, Bazar, dan Baihaqi )

Manusia sebagai Khalifah fil ard mempunyai peran untuk menetukan kemakmuran yang ada di bumi ini salah satu nya dengan cara berzakat. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadist di atas, ketika manusia yang telah berkecukupan tidak mau mengeluarkan sebagian hartany untuk berzakat maka Allah akan menurunkan musibah berupa kelaparan dan kemarau panjang. Karena sifat bakhil adalah sifat yang tercela yang akan menjauhkan manusia  dari rahmat Allah SWT.

Namun sebaliknya, jika zakat telah ditunaikan oleh golongan-golongan tertentu maka manusia akan mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat, mendekatkan hamba dengan Allah SWT, apa yang dihasilkan dari pelaksanaannya berupa pahala yang besar, dan zakat itu membersihkan ahklak orang yang menunaikannya dari sifat bakhil dan pelit. Sebagaimana firman Allah SWT yang terdapat di QS. At-taubah ayat 103, artinya:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka. ( QS. At-taubah : 103 )

Semoga Bermanfaat!

 

 .